Sunday, May 26, 2013

Pelajaran 5 - fi'il madhi dan maf'ul bihi

fiil-madhi-dan-maful-bihi1
 
fiil-dan-maful-bihi

Kali ini saya mempelajari kaidah baru bahasa arab. Sebelum menuliskan kaidah baru, saya akan murojaah tentang pelajaran sebelumnya. Di dalam bahasa arab, ada dua jenis kalimat yaitu jumlah ismiyyah (kalimat nominal) dan jumlah fi’liyyah (kalimat verbal). Subjek dari jumlah fi’liyyah disebut faa’il.
Objek disebut juga maf’ul bihi. Maf’ul bihi berharakat manshub atau fathah. Contohnya adalah
Anak itu membuka pintu: فتح الولد الباب  ( fataha alwaladu albaaba)
Pada contoh di atas yang menjadi faa’il adalah alwalad, fi’il nya adalah fataha, albaabu (pintu) adalah object atau maf’ul bihi, sehingga dia mempunyai harakat fathah atau manshub. Jadi yang benar adalah albaaba.
Contoh lainnya adalah:
Saya telah melihat Hamid: رايت حامدا  (ra-aitu Haamidan)
Pada contoh di atas yang menjadi subject adalah dhamir “tu” atau saya. Sedangkan yang menjadi object adalah Hamid, sehingga menjadi Haamidan.
Kosa kata baru
Anggur (عنب), pisang (موز),buah tin (تين), waktu fajar (فجر), pertanyaan (سؤال), jawaban (جواب), ular (حية), tongkat (عصا), penjual bahan makanan (بقال), toko untuk jamak (دكاكين), roti (خبز)
Fi’il madhi untuk orang ketiga tunggal mudzakkar (bentuk dasar)
Mematahkan (كسر), mendengar (سمع), mengerti (فهم), minum (شرب), menghapal (حفظ), memukul (ضرب), masuk (دخل), makan (أكل), mencuci (غسل), membunuh (قتل)
Demikianlah pelajaran dan kaidah baru di bab lima pada kitab durusul lughah jilid dua.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya.