Catatan Tambahan Inna - Kitab tashiilun nahwi - pelajaran 6

Table of Content [Lihat di sini]

Setelah lama tidak update pelajaran, Alhamdulillah sekarang berkesempatan mencatat apa yang telah dipelajari di blog ini.

Kitab yang dipelajari adalah kitab Tashiil an-Nahwi. Pelajarannya tentang الحُرُوْفُ المُشَبَّهَةُ بِالفِعْلِ
(al-hurufu al-musyabbihatu bil fi'li). Artinya huruf-huruf yang menyerupai fi'il. 

Kalau dalam pembahasan di kitab durusul-lughah maupun al-muyassar, pembahasan ini pada bab 
إِنَّ وَ أَخَوَاتُهَا  (inna wa akhawaatuhaa). Artinya Inna dan saudara-saudaranya.

Jika Anda ingin mengulang pelajaran tentang partikel inna, silakan baca di sini:

- Partikel inna dan yang semisalnya (Pelajaran 1 pada kitab durusul lughah jilid 2)



Sekarang kita lanjutkan catatan tambahan penjelasan tentang inna pada kitab tashiil an-nahwi.


Catatan pelengkap tentang inna dan saudaranya


1. Inna dinamakan huruf yang menyerupai fi'il (alhuruuful musyabbahatu bilfi'il) karena seperti atau menyerupai fi'il muta'addi (fi'il yang memerlukan objek, objeknya ini manshub).

2. Huruf ini berada sebelum mubtada' dan khabar dalam jumlah ismiyyah.

3. Mubtada' menjadi isim inna dan dalam keadaan manshub, sedangkan khabar menjadi khabar inna dalam keadaan marfu'.

4. Adapun huruf atau partikel yang merupakan saudara إِنَّ  (inna) adalah berikut ini:

a. أَنَّ  -> anna -> artinya: bahwasanya, sesungguhnya.
Contoh:
أَعْرِفُ أَنَّ الاِمْتِحَانَ قَرِيْبٌ  -> a'rifu anna al-imtihaana qariibun.
Artinya = Saya tahu bahwa ujian itu dekat (waktunya).

b. كَأَنَّ  -> ka-anna -> artinya: seperti; bagaikan; seolah-olah
Contoh:
كَأّنَّ المَسْجِدَ جَدِيْدٌ -> ka-annal masjida jadiidun.
Artinya = Masjid itu seperti baru.

c. لَكِنَّ -> laakinna -> artinya: tetapi; meskipun demikian.
Contoh:
الْبَيْتُ جَدِيْدٌ لَكِنَّ الاَثَاثَ قَدِيْمٌ  -> al-baitu jadiidun laakinna al-atsaatsa qadiimun.
Artinya : Rumah itu baru tetapi perabotannya lama.

d. لَيْتَ -> laita -> artinya : sekiranya; kalau saja.
Contoh:
لَيْتَ الشَّبَابَ عَائِدٌ -> laita asy-syabaaba 'aa-idun.
Artinya: Kalau saja pemuda itu kembali.

e. لَعَلَّ -> la'alla -> artinya: semoga
Contoh: لَعَلَّ الاِمْتِحَانَ سَهْلٌ -> la'alla al-imtihaana sahlun.
Artinya : Semoga ujiannya mudah.

Oleh karena huruf di atas saudara inna, maka ketentuan dan polanya sama dengan inna.

Perbedaan antara أَنَّ  dan إِنَّ  (inna dan anna) adalah:


a. Umumnya inna tempatnya pada jumlah ismiyyah adalah di depan jumlah (kalimat).
b. Umumnya anna tempatnya adalah di tengah-tengah kalimat.

Lihat contoh poin nomor 4 yang a di atas.

Namun inna kadang letaknya bisa di tengah kalimat. Kapan inna diletakkan di tengah kalimat?

a. Ketika digunakan setelah kata dengan kata dasarnya huruf ق - و - ل 
Contoh:
يَقُوْلُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ 
Yaquulu dari kata qaala (قَالَ ), sehingga inna berada di tengah kalimat.

b. Setelah ishim maushul (permulaan shilah).
Contoh :
زُرْتُ الَّذِيْ إِنِّيْ أَحْتَرِمُهُ = Saya mengunjungi orang yang saya hormati.


5. Khabar inna dapat merupakan kalimat/jumlah yang lengkap/sempurna, baik itu jumlah ismiyyah maupun jumlah fi'liyyah.

a. Contoh khabar inna yang merupakan jumlah ismiyyah:

khabar inna yang merupakan kalimat jumlah ismiyyah


b. Contoh khabar inna yang merupakan jumlah fi'liyyah:

khabar inna yang merupakan kalimat lengkap jumlah fi'liyyah



6.  Jika khabar inna merupakan jar dan majrur ( جَارٌّ وَ مَجْرُوْرٌ ), maka khabar inna letaknya sebelum isim inna (isim inna muakhar).
Contoh: 

khabar inna yang terdapat huruf jar dan majrurnya

Dari contoh di atas, maka khabar inna lebih dahulu sehingga dinamakan khabar inna muqaddam, isim inna setelahnya sehingga dinamakan ismu inna mu-akhkhar.


7. Jika inna (dan saudaranya) digabungkan dengan maa al-kaaffah ( مَا الكَافَّةُ ), maka isim inna tidak manshub (tidak berubah harakatnya).
Contoh:

إِنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَّاحِدٌ -> innamaa ilaahukum ilaahuw waahidun. -> ilaahu tetap marfu', bukan ilaaha.
Tuhan kalian hanyalah Tuhan yang satu.

Dalam kalimat di atas, innamaa dapat diartikan hanya/hanyalah/sesungguhnya hanya.


8.  Inna digunakan untuk penekanan (emphasis). Kadang-kadang untuk lebih menekankan sebuah kalimat ditambah lagi dengan lam ta'kiid (لاَمُ التَّأْكِيْدِ ).

Contoh:
إِنِّيْ لَأَعْرِفُ أَخَاكَ  -> inni la-a'rifu akhaaka
Sesungguhnya saya benar-benar mengetahui saudaramu.

إِنَّكَ لَرَسُوْلُ اللَّهِ  -> innaka larasuulullahi
Sesungguhnya engkau benar-benar utusan Allah.